Tampilkan postingan dengan label AQIDAH AKHLAQ KELAS 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AQIDAH AKHLAQ KELAS 2. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Desember 2018
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
AQIDAH AKHLAQ SEMESTER 1: BAB 1 KELAS 2
Kalimat Tayyibah
Setiap
muslim wajib mensyukuri nikmat Allah Allah telah melimpahkan nikmatnya kepada
kalian Kalian tidak dapat menghitungnya
Kalian
harus mengucap alhamdulillah Sebagai bentuk syukur kepada Allah Jika kalian
bersyukur Allah akan menambah nimatnya Jika kalian kufur Allah akan memberikan
siksa yang amat pedih. Setiap kalian diberi nikmat oleh Allah , begitu banyak
nikmat yang diberikan Allah karena itu kalian harus mensyukurinya nikmat
artinya pemberian Allah yang menyenangkan apabila kalian mendapat nikmat
ucapkanlah الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن Artinya “Segala puji bagi Allah
tuhan seluruh alam” Mensyukuri nikmat Allah berarti berterimakasih kepada Allah
, selain mengucap Alhamdulillah kalian juga harus menunjukkan dengan perbuatan
kalian telah diberi nikmat Allah.
Alhamdulillah
artinya segala puji bagi Allah
Allah
yang memiliki segala pujian
Allah
maha pengasih dan penyayang
Allah
maha besar maha bijaksana dan maha mengetahui
Anak
islam harus mengucap alhamdulillah jika memperoleh kenikmatan dan kelebihan
kalian akan terhindar dari sifat sombong .
kalian
dapat memperoleh nikmat karena kemurahan dan kasih sayang Allah.
Kalian
adalah makhluk yang penuh dengan kekurangan , jika kalian cantik , ganteng,
pandai, kaya semua itu atas kemurahan Allah . dan kalian tidak boleh sombong.
Asmaul Husna
A. Ar- Razaq Allah memenuhi kebutuhan semua makhluknya.
Allah
memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendakinya , baik kepada orang
yang beriman maupun kepada orang yang kafir.
Kalian
mungkin tidak dapat menghitung nikmat Allah yang diberikan kepada kalian .
Kata
Ar-Razzaq diambil dari kata Razaqa atau Rizq yang artinya rezeki.
Contoh
rezeki antara lain berupa pangan dan pemenuhan kebutuhan.
Dalam
al-Qur’an kata ar-Razzaq terdapat dalam surat az-Zariyat ayat 58 : Artinya :
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi
sangat kokoh.”
Ar-Razzaq
adalah Allah yang berulang-ulang dan banyak sekali memberi rezeki kepada
mahluk-Nya. Rezeki adalah segala pemberian Allah yang dapat dimanfaatkan.
Setiap
makhluk telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Tetapi bukan berarti Allah
memberikannya begitu saja.
Manusia
harus berusaha. Misalnya agar kebutuhannya terpenuhi, maka manusia harus
bekerja. Jaminan Allah terhadap rezeki manusia, hewan dan tumbuhan
berbeda-beda. Karena kebutuhan manusia sangat banyak, maka manusia dianugerahi
sarana yang lebih sempurna. Manusia diberi akal, ilmu dan pikiran agar dapat
memenuhi kebutuhannya. Rezeki bayi dan orang dewasa pun berbeda. Bayi hanya
menunggu makanan yang siap dan menanti untuk disuapi. Sedangkan orang dewasa
tidak demikian. Allah menyiapkan sarana dan manusia diperintahkan mengolahnya.
Allah
memberikan rezeki kepada hambanya berupa tanaman dan hewan , tanaman mengambil
makanan dari air , tanah mengambil oksigen dari udara , matahari menyinari
tanaman , tanaman menghasilkan biji- bijian dan buah-buahan.
B. Al- Mughni Al-Mughni artinya Allah yang memberi kekayaan.
Allah
adalah zat yang memberi kekayaan kepada manusia.
Allah
Maha Kaya dan juga Maha Pemberi kekayaan. Kekayaan Allah tidak akan berkurang
karena dibagikan kepada semua hamba-hamba-Nya. Karena Allah benar-benar Maha
Kaya.
Seperti
dalam firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 64 : Artinya : “Kepunyaan Allah-lah
segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. dan Sesungguhnya
Allahbenar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” Manusia harus rajin bekerja dan
berdoa kepada Allah. Manusia yang rajin pasti akan diberi kekayaan oleh Allah.
Karena Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Kekayaan. Oleh karena itu berdoalah
kepada Allah dengan membaca “Ya Mughni”. Orang yang tidak mau berdoa kepada
Allah berarti dia adalah orang yang sombong. Apalagi jika ia berdoa kepada
selain Allah berarti ia termasuk orang yang musyrik (menyekutukan Allah).
Kekayaan tidak hanya berupa uang yang melimpah, emas, dan sebagainya. Tetapi
sekedar mencukupi kebutuhan kita itu sudah merupakan kekayaan. Karena kekayaan
sejati adalah kekayaan hati. Seperti dalam sabda Nabi Muhammad SAW
: لَيْسَ
الْغِنىَ عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنىَ غِنىَ النَّفْسِ
Artinya : “Kaya itu bukanlah kaya harta, tetapi kaya jiwa
atau
hati ” (HR. Bukhari-Muslim).
Sifat
Allah yang selalu memberi kepada hamba-hamba-Nya perlu kita contoh. Apabila
kita diberi kekayaan yang melimpah, bersyukurlah kepada Allah.
Salah
satunya dengan cara bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Sebagai anak yang
beriman , minta tolong lah kepada Allah , Allah Maha Kaya , Allah senang kepada
anak yang minta pertolongan ini bukti bahwa kalian membutuhkan Allah. Minta
pertolongan hanya kepada Allah yang Maha Kaya .
C. Al- Hamid Al-Hamid artinya Allah adalah Tuhan yang Maha
Terpuji.
Hanya
Allah pemilik segala pujian. Apa yang kita miliki semua pemberian dari Allah.
Allah
telah menciptakan air dan makanan untuk mencukupi kehidupan hamba-hamba-Nya.
Allah
menganugerahkan kita panca indera untuk menikmati indahnya alam yang diciptakan
oleh Allah.
Allah
juga menciptakan udara untuk bernafas.
Allah
pemilik segala yang ada di langit dan di bumi.
Seperti
dalam firman Allah dalam surat as-Saba’ ayat 1 : Artinya : “Segala puji bagi
Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula)
segala puji di akhirat. dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.”
Ucapkan Alhamdulillah sebagai tanda rasa syukur dan pujian kepada Allah.
Karena
semua kenikmatan hanya berasal dari Allah.
Hanya
Allah saja yang maha terpuji.
Allah
tidak menyukai orang yang selalu pamer dan ingin dipuji.
Karena
jika kita beribadah karena ingin dipuji, berarti ibadah kita tidak ikhlas. Jika
tidak ikhlas akan terjerumus kedalam sikap ria (selalu ingin dipuji).
Ikhlas
adalah beribadah karena mengharap ridha dari Allah semata.
D. As- Syakur Asy-Syakur artinya Allah yang Maha Mensyukuri
(yang berterima kasih).
Sebagai
bukti bahwa Allah bersifat asy-Syakur adalah Allah selalu memberi balasan
kepada orang-orang yangberbuat baik. Bahkan Allah melipatgandakan pahalanya.
Orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, maka Allah
akan membalasnya dengan menambah nikmat kepada orang tersebut. Oleh karena itu,
kita harus meneladani sifat tersebut. Kita harus berterima kasih kepada orang
yang berbuat baik kepada kita. Jika kita ditolong atau diberi sesuatu oleh
orang lain maka ucapkanlah terima kasih. Lebih baik lagi jika disertai dengan
doa dengan mengucap Jazakallahu khairan kasiran yang artinya semoga Allah
membalas kebaikanmu. Orang-orang yang tidak mau berterima kasih kepada orang
lain sama dengan ia tidak bersyukur kepada Allah SWT.
Sesuai
sabda Nabi Muhammad SAW. : مَنْ لمَ ْيَشْكُرِ النَّاسَ لمَ ْيَشْكُرِ
اللهَ Artinya : “ Barang siapa yang tidak
berterimakasih kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada
Allah” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah)[1]
AQIDAH AKHLAQ SEMSTER 1: BAB 2 KELAS 2
Berakhlak terpuji dan beradab secara islam
Berakhlak Terpuji
A.
Syukur Nikmat
Setiap hari kalian makan nasi atau makanan pokok lainnya
Makanan
tersebut adalah pemberian Allah Kalian menikmati pemberian Allah Bagaimana jika
tidak ada nasi atau makanan pokok lainnya Allah telah menyediakan berbagai
kebutuhan kalian , begitu banyaknya nikmat yang Allah berikan sehingga kalian
tidak mungkin menghitungnya . Sudah seharusnya kalian mensyukurinya Syukur
artinya berterima kasih Nikmat artinya pemberian Allah yang menyenangkan Syukur
nikmat berarti berterima kasih atas pemberian Allah yang menyenangkan Kebalikan
dari syukur nikmat yaitu kufur nikmat Kufur nimat artinya tidak mau berterima
kasih pada Allah Allah akan menambah nikmatnya kepada orang yang mau bersyukur
Sebaliknya Allah akan menimpakan siksa yang pedih kepada siapa pun yang tidak
mensyukuri nikmatnya. Cara-cara bersyukur diantaranya • Mengucapkan
alhamdulillahirabbil ‘alamin • Mematuhi perintah dan menjauhi larangannya •
Menggunakan nikmat Allah sebaik-baiknya Beberapa nikmat Allah yang diberikan
kepada kalian diantaranya nikmat jasmani, rohani dan rezeki. 1. Nikmat jasmani
Jika dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya manusia adalah makhluk Allah
yang paling sempurna dan paling baik rupa serta bentuknya . Allah telah
memberikan kalian mata untuk melihat keindahan , hidung untuk bernafas dan
menghirup udara segar, telinga untuk mendengar, baik mendengar ayat suci
Al-Qur’an maupun nasehat dari orang tua serta orang lain, kaki untuk berjalan, tangan
untuk menggenggap serta mulut untuk berbicara. Oleh karena itu kalian harus
bersyukur dengan cara selalu menjaga kesehatan nya dan untuk berbicara yang
baik-baik. 3. Nikmat Rohani Selain jasmani manusia juga memiliki rohani Kalian
bisa melihat jasmani Sedangkan rohani tidak dapat dilihat akan tetapi rohani
dapat dirasakan Nikmat rohani diantaranya akal pikiran perasaan dan kemauan
atau keinginan dengan akal pikiran kalia dapa berpikir dengan perasaan dengan
perasaan kalian dapat merasakan senang atau sedih dengan kemauan yang baik
kalian dapat rajian belajar , berbakti kepada orang tua dan berbuat baik kepada
sesama 4. Nikmat Rizeki Allah memberikan nikmat rezeki kepada setiap
makhluk
Rezeki
Allah diantaranya makanan. Uang, upah, rumah, harta benda, kesehatan dan
keuntungan. Rezeki yang diterima manusia tidaklah sama ada yang sedikit dan ada
yang banyak.
Berapapun
rezeki yang Allah berikan kalian terima dengan rasa senang, bersyukur kepada
Allah diantaranya dengan cara berinfaq dan bersedekah.
B.
Sederhana
Contohlah
perilaku mita ,ketika berangkat sekolah ia diantar jemput ibunya menggunakan
sepeda. Mita pun memakai tas sepatu yang tidak mahal. Meskipun ia orang kaya ,
ia tidak pernah memperlihatkan kekayaan orang tuanya . Gaya hidupnya tidak
berlebihan. Sederhana merupakan salah satu akhlak terpuji Sederhana artinya
sikap ditengah-tengah , maksudnya tidak berlebihan dalam berbuat seperti dalam
ucapan , pergaulan, belanja, dan berpakaian.
C.
Rendah hati
Rendah
hati adalah sikap atau perbuatan yang tidak menyombongkan diri anak yang rendah
hati tidak suka membanggakan diri dan tidak meremehkan orang lain sesama teman
harus saling menghargai setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan kalian
tidak boleh saling mencela jika klian pandai tidak boleh meremehkan teman yang
kurang pandai jika kita anak orang kaya jangan meremehkan anak orang miskin
dengan sikap rendah hati pergaulan dengan teman menjadi lebih akrab.
Rasulullah
saw merupakan contoh yang baik
Hamba
Allah yang rendah hati Ketika kota mekah telah jatuh ketangan beliau , beliau
tidak dendam dan tidak sombong Beliau tetap memperlakukan orang quraisy dengan
baik meskipun orang quraisy telah menyakiti beliau Rasulullah tetap rendah hati
Beliau berkeyakinan bahwa kemenangan tersebut atas pertolongan Allah
Beradab secara islami
A.
Adab Berpakaian Ahmad
bersiap-siap
berangkat ke sekolah Ahmad memakai baju seragam Pakaian harus bersih rapi dan
sopan Pakaian bersih enak dipakai Pagaian berguna untuk menutupi aurat Pakaian
yang menutup aurat termasuk ibadah Oleh karena itu tutuplah aurat kalian Kalian
akan mendapat pahala dari Allah Memakai pakaian dimulai dari kanan Dan jangan
lupa membaca doa
Sepulang
sekolah ahmad masuk kamar Ahmad ganti baju harian Pakaian sekolah tidak boleh
untuk bermain Ahmad melepas pakaian seragam Ahmad mendahulukan bagian kiri
Tidak lupa ahmad berdoa
B.
Adab makan dan minum
1.
Adab mulai makan dan minum
Keluarga
Ahmad selalu makan bersama , mereka yakin akan mendapat berkah dari Allah ,
mereka duduk tertib sambil menikmati hidangan Sebelum makan ahmad mencuci
tangan agar kuman tidak ikut masuk ke mulut Tangan yang bersih baik untuk makan
Ahmad dan keluarganya duduk tenang Dan sebelum makan ahmad dan keluarga membaca
basmalah dan berdoa Doa Sebelum Makan
الَّلهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Allahumma
baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar"
Artinya
: Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah
kami dari siksa api neraka
2.
Adab ketika makan
Selesai
berdoa ahmad segera makan , ia mengambil nasi dan lauk secukupnya Ahmad makan
dengan tangan kanan , ketika makan ahmad tidak bersuara Makan tidak boleh
sambil berdiri atau berjalan Makan tidak boleh tergesa-gesa agar tidak tersedak
Ahmad menghabiskan seluruh nasinya Ia tidak meninggalkan nasinya tercecer di
meja makan Makan harus dihabiskan Jika tersisa namanya mubadzir Ahmad makan
tidak terlalu kenyang Islam melarang makan berlebihan Jika makan berlebihan
dapat mengantuk Jika mengantuk akan malas belajar
3.
Adab selesai makan Selesai makan
ahmad
mengambil buah Buah berguna sebagai pencuci mulut agar mulut tidak berbau
Setelah
itu ahmad mencuci tangan Ahmad mengeringkan tangan dengan lap Selesai makan
ahmad
berdoa
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ
الْمُسْلِمِيْنَ
"Alhamdu
lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja'alanaa minal muslimiin"
Artinya
: Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan
kami memeluk agama islam
C.
Adab Bersin
Sore
itu teman-teman datang kerumah andi Mereka belajar bersama
Mereka
mengerjakan tugas dari guru Ibu andi keluar sambil membawa minuman dan kue
Makanlah
dahulu anak-anak kata ibu andi
Terima
kasih bu , jawab teman-teman andi Setelah mencicipi kue Andi dan teman-teman
melanjutkan belajar
Mereka
belajar dengan sungguh-sungguh Tiba-tiba andi menutup mulutnya Ia bersin dengan
suara tidak keras Sambil memalingkan muka ke kiri Ia membaca اَلْحَمْدُ ِللهِ
“Segala Puji Bagi Allah” Teman- temannya menjawab dengan ucapan يَرْحَمُكَ
اللهُ “Semoga Allah tetap menyayangimu” Andipun menjawab يَهْدِيْكُمُ اللهُ
وَيَصْلِحُ بَالَكُمً “Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan membaguskan
keadaanmu” Ibu andi berkata kamu sudah benar andi Jika bersin tutuplah mulutmu
dan berpalinglah kekiri Jangan dihadapkan kepada orang di depanmu Bersinlah
dengan suara yang rendah.[1]
AQIDAH AKHLAQ SEMESTER 1: BAB 3 KELAS 2
AKHLAK
TERCELA
A.
Kisah masa kecil nabi Muhammad SAW Sombong merupakan salah satu akhlak tercela
Dalam diri kalian pasti ada kelebihan atau kekurangan Bagaiman jika kalian
diberi kelebihan Allah Misalnya berupa kepandaian kekayaan, rupa yang bagus ata
cantik Kelebihan merupakan karunia dari Allah Jika kalian mempunyai kelebihan ,
maka tidak boleh sombong karena sombong sangat dibenci oleh Allah Contohlah
nabi Muhammad SAW Beliau merupakan manusia yang berhati bersih Beliau termasuk
manusia pilihan Allah Meskipun telah dijamin masuk surga , beliau tetap rajin
beribadah dan tidak sombong Beliau mempunyai budi pekerti yang luhur Semua
orang mengenalnya dan menyayanginya Beliau merupakan akhlak terpuji Beliau
dijaga oleh Allah dari akhlak tercela Oleh karena itu berusahalah kalian
menjauhi sikap sombong Nabi Muhammad SAW lahir di mekah Pada hari senin tanggal
12 rabiul awal tahun gajah Ketika nabi Muhammad SAW lahir, beliau sudah tidak
mempunyai ayah Ayahnya bernama Adullah, ia meninggal di madinah Nabi Muhammad
SAW lahir dalam keadaan yatim Beliau disusui ibunya hanya beberapa hari
Kemudian beliau diserahkan kepada halimah sa’diyah Selama mengasuh Muhammad
Halimah merasa mendapat berkah Ternaknya berkembang dengan cepat Keadaan
ekonominya menjadi semakin baik Halimah semakin sayang kepada Muhammad Beliau
dianggap seperti anaknya sendiri Ketika usia beliau hampir 3 tahun, beliau
didatangi dua malaikat Ketika sedang bermain dibelakang rumah, temannya yang
melihat berlari ke rumah Ia memberitahukan kepada halimah bahwa Muhammad telah
didatangi dua laki-laki berbaju putih Muhammad dibaringkan dan dadanya dibelah
Halimah menemui beliau hatinya menjadi tenang setelah melihat Muhammad baik
baik saja Sesudah 5 tahun dalan asuhan halimah Muhammad disaerahkan kepada
ibunya siti aminah Ketika Muhammad berusia 6 tahun , beliau diajak ibunya pergi
ke Madinah Mereka menziarahi makam ayahnya Tiba-tiba ibunya sakit dan akhirnya
ia meninggal Ibunya dimakamkan di desa abwa Muhammad melanjutkan perjalanan
pulang bersama pembantunya, umu aiman Dalam usianya 6 tahun muhammad sudah
yatim piatu Muhammad kini dalam asuhan kakeknya Kakeknya bernama abdul mutholib
Abdul mutholib sangat menyayangi Muhammad Setelah diasuhnya kakeknya selama 2
tahun Kakeknya meninggal Kemudian Muhammad diasuh pamannya Pamannya bernama abu
thalib Abu thalib termasuk orang yang kurang mampu Setelah Muhammad hidup
bersamanya , keluarganya merasakan keberkahan Makanan yang sedikit dirasa cukup
dan mengenyangkan Muhammad mempunyai akhlak yang baik , beliau sangat cerdas
baik hati dan tidak sombonhg karena kelebihan kelebihan yang dimiliki Muhammad
Abu Thalib mendahulukan kepentingan beliau daripada anaknya sendiri Sikap
pamannya tersebut tidak membuat beliau menjadi sombong dan menang sendiri
Meskipun kasih sayang pamannya sangat berlebihan, beliau tidak meremehkan
anak-anak pamannya Muhammad tetap rendah hati Biasakan kalian berakhlak terpuji
Kalian harus menghindari akhlak tercela Agar kalian hidup bahagia di duni dan
di akhirat Kalian harus menjaga kesucian hati dan kebersihan ucapan Hindarilah
perbuatan sombong B. Sombong Sombong atau tinggi hati merupakan sifat tercela
Sifat tersebut harus ditinggalkan Sombong berarti merasa lebih dari yang lain
Ia merasa dirinya paling baik dan paling pandai Ia merasa paling rajin dan
paling kuat Ia meremehkan orang lain Anak yang sombong ingin selalu dipuji
orang lain Islam melarangorang yang berbuat sombong Orang sombong diancam Allah
Ia dimasukan ke neraka Anak sombong tidak disenangi teman-temannya.[1]
AQIDAH AKHLAQ SEMESTER 2: BAB 4 KELAS 2
KALIMAT
THAYIBAH
Dalam
kehidupan sehari-hari banyak kejadian disekitar kalian, ada yang menyenangkan ,
mengejutkan atau menyedihkan . Ketika melihat kejadian tersebut hendaklah
kalian mengucap kalimat thayibah atau kalimat yang baik. Salah satu kalimat
thayyibah adalah SubhanAllah. Semua makhluk Allah yang baik yang ada di langit
maupun di bumi , bertasbih kepada Allah, bahkan matahari, bulan , bintang
semuanya bertasbih kepada Allah. Gunung , pepohonan, hewan pun bertasbih
kepadanya. Arti Kalimat Tayyibah Subhanallah Subhanallah berasal dari dua kata,
yaitu Subhan dan Allah Subhan artinya Maha suci Subhanallah artinya Maha Suci
Allah. Allah suci dari sifat-sifat kekurangan. Suci zatnya, sifatnya dan
perbuatannya. Allah tidak pernah bersikap buruk seperti kebanyakan manusia.
Seperti suka berbohong, berkelahi dan menyombongkan diri. Allah tidak memiliki
sifat-sifat demikian. Sebagai hamba-Nya kita harus meniru sifat Allah tersebut.
Kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, serakah dan sebagainya. Subhanallah
disebut juga bacaan tasbih. Artinya pengakuan bahwa Allah Maha Suci. Allah
tidak pernah berbuat kesalahan. Allah juga tidak menghendaki keburukan terhadap
makhluq-Nya. Membaca tasbih harus diikuti dengan perbuatan baik. Seperti
menolong orang yang membutuhkan dan sebagainya. Dalam al-Qur’an terdapat 8
surat yang dibuka dengan tasbih. Kata Subhan disebutkan al-Qur’an sebanyak 25
kali. Semuanya menetapkan sifat terpuji bagi Allah. Serta menunjukkan tinginya
keutamaan tasbih. Zikir yang utama adalah bacaan tasbih Allah yang menciptakan
baik buruk. Allah juga yang menciptakan surga dan neraka. Untuk membalas setiap
perbuatan manusia. Allah yang menciptakan segala sesuatu didunia ini. Oleh
karena itu kita wajib mengingat Allah. Salah satunya dengan cara bertasbih.
Memuji ciptaan Allah tidak boleh berlebihan. Karena bisa menimbulkan perbuatan
syirik. Syirik adalah menyembah selain Allah. Bertasbih boleh dilakukan dimana
saja. Asalkan tidak bertasbih ditempat-tempat yang kotor. Seperti kamar mandi
dan WC. Dengan bertasbih berarti kita memuji Allah. Serta selalu berfikir
positif terhadap Allah. Dengan demikian akana bertambahlah keimanan kita.
ASAMAUL HUSNA
1.
Al-Quddus
Al-Quddus
artinya Maha Suci. Allah tersucikan dari segala macam kekurangan. Allah suci
dari sifat keji, jahat dan hal negatif lainnya. Allah tidak mempunyai istri dan
anak. Allah juga tidak memiliki kecacatan. Tidak ada yang bisa menyerupai
Allah. Semua makhluk harus tunduk kepada Allah. Menyembah selain Allah disebut
syirik. Sedangkan pelakunya disebut musyrik. Perbuatan syirik akan mendatangkan
dosa. Dan pelakunya akan masuk neraka. Al-Quddus juga berarti Maha Tinggi dan
Maha Agung. Mensucikan Allah adalah Ibadan yang agung. Semua makhluk didunia
ini selalu bertasbih kepada Allah. Jika hewan dan tumbuhan saja berzikir. Maka
manusia sebagai makhluk Allah yang mulia harus taat kepada-Nya. Manusia harus
selalu menebarkan kebaikan. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi
larangan-Nya Itulah ciri-ciri orang yang bertaqwa. Bertasbih adalah salah satu
cara mensucikan Allah. Dengan bertasbih bisa mendekatkan diri kepada
Allah.
2.
Al-Muhaimin
Kata
al-muhaimin berasal dari kata haimana yuhaiminu. Al-Muhaimin artinya memelihara
atau menjaga. Al-Muhaimin bisa juga diartikan menjadi saksi. Zat yang
membenarkan atau menyalahkan. Kata al-Muhaimin muncul dalam al-Qur’an sebanyak
dua kali. Pertama sebagai sifat al-Qur’an dalam surat al-Maidah ayat 48 :
Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran,
membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya)
dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu….” A-Qur’an menjadi saksi
atas kitab-kitab terdahulu. Kedua sebagai sifat Allah dalam surat al-Hasyr ayat
23 : Artinya : “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci,
yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang
Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.” Allahlah yang memelihara seluruh
makhluk-Nya. Baik keselamatannya maupun kesejahteraannya. Kekuasaan Allah
sangatlah luas. Tidak ada makhluk yang dapat menandinginya. Allahlah yang
menciptakan langit dan bumi. Manusia harus selalu berbuat baik. Karena Allah
maha melihat dan maha mendengar. Allah bisa mengetahui peristiwa dimasa lalu,
kini dan masa depan. Tidak ada tempat sembunyi bagi kita. Sebagaimana firman
Allah dalam surat al-An’am ayat 10 : Artinya : “Dan sungguh telah
diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelum kamu, Maka turunlah kepada orang-orang
yang mencemoohkan di antara mereka Balasan (azab) olok-olokan mereka.” Apabila
kita berbuat kesalahan harus segera bertaubat. Serta mengganti dengan perbuatan
yang baik. Setiap perbuatan kita diawasi oleh Allah. Kelak Allah akan meminta
pertanggungjawabannya. Orang yang baik akan mendapat balasan surga. Sedangkan
orang yang jahat akan mendapat balasan neraka.
3.
Ash-Shamad
Ash-shamad
adalah zat yang dituju dalam setiap kebutuhan. Allah tempat meminta pertolongan
disetiap kesulitan. Allah maha perkasa. Dia tidak makan dan minum.
Allah
tidak pernah sakit seperti manusia. Allah tidak memerlukan siapapun. Sebaliknya
manusia selalu memerlukan Allah. Kata ash-shamad hanya disebutkan satu kali
dalam al-Qur’an Yaitu dalam surat al-Ikhlas ayat 1-4 : Artinya :
1.
Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3.
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4.
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” Allah tempat bergantung
segala sesuatu. Bergantung kepada Allah bukan berarti kita tidak boleh
berusaha. Kita harus tetap berusaha serta berdoa kepada Allah. Bila kita
bergantung kepada Allah. Kita akan menyadari bahwa Allah maha berkuasa. Sifat
ash-Shamad menandakan bahwa kekayaan Allah tidak akan habis. Meskipun sudah
dibagikan untuk kebutuhan makhluknya. Manusia tidak boleh meminta kepada selain
Allah. Misalnya meminta pertolongan setan dan sebagainya Karena hal itu
termasuk perbuatan syirik. Syirik akan mendatangkan dosa. Kelak pelakunya akan
disiksa didalam neraka.
4.
Al-Badi’
Al-Badi’
adalah zat yang menciptakan sesuatu tanpa didahului. Allah tidak dilahirkan
karena itu Allah tidak mempunyai orang tua. Allah maha Esa dan maha Tunggal.
Baik zatnya, sifatnya maupun perbuatan-Nya. Allah yang menciptakan semua
makhluk didunia ini Dan manusialah yang diciptakan dalam bentuk yang paling
baik. Untuk itu kita harus banyak bersyukur kepada Allah. Dengan tidak
menyekutukan-Nya. Dia juga yang menumbuhkan pepohonan. Menciptakan mata air,
menurunkan hujan dari langit. Semuanya untuk kebutuhan manusia. Sebagaimana
firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 117 : Artinya : “Allah Pencipta langit
dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah)
Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia”.[1]
AQIDAH AKHLAQ SEMESTER 2: BAB 5 KELAS 2
BERAKHLAK TERPUJI DAN BERADAB SECARA ISLAMI
A. Macam Akhlaq Terpuji
1.
Jujur
Jujur
adalah salah satu akhlaq terpuji.
Jujur
berarti bersikap apa adanya Tidak dicampuri dengan kebohongan-kebohongan.
Orang
yang berbuat jujur berarti orang yang perkataannya benar.
Orang
yang berbuat jujur perbuatannya selalu lurus. Dia tidak mau berbicara
bohong.
Dia
selalu berkata benar. Apa yang salah dikatakan salah. Dan apa yang benar
dikatakan benar Tidak ditambah dan tidak dikurangi. Lawan jujur adalah dusta.
Dusta yaitu memberitahukan sesuatu berlainan dengan yang sebenarnya. Jujur juga
diartikan sebagi sifat terbuka. Tidak ada sesuatu yang dirahasiakan atau
ditutup-tutupi. Jujur juga berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Induk
dari sifat-sifat terpuji adalah jujur. Apabila seseorang tidak berlaku jujur
maka sifat terpuji lainnya sulit dilakukan. Seperti sabda Rasulullah saw. :
Orang islam wajib membiasakan diri bersikap jujur. Karena agama Islam
mengajarkan untuk berakhlaq terpuji.
Nabi
Muhammad bersabda : خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا (رواه الطبرانى
Artinya
: “Manusia yang paling baik ialah orang yang baik budi pekertinya” (HR.
Thabrani) Mulai sekarang biasakanlah berlaku jujur. Jangan pernah berkata
bohong.
Karena
bohong itu termasuk salah satu sifat orang munafik. sebagaimana dijelaskan
dalam hadis nabi Muhammad saw. : اَيَةُ المْنُاَفِقِ ثَلاَ ثٌ اِذَا حَدَثَ
كَذَبَ وَاِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَاِذَا ئْتُمِنَ خَانَ Artinya : “Tanda-tanda
orang munafik itu ada 3, yaitu apabila dia bicara berbohong, bila berjanji dia
mengingkari, apabila dipercaya dia berkhianat” (HR. Bukhari Muslim) Hikmah
memiliki sifat jujur adalah :
•
Selalu dipercaya orang lain
•
Disayang oleh Allah
•
Disayang orang tua
•
Mempunyai banyak teman Jujur membawa kita untuk berbuat kebaikan. Berbuat
kebaikan akan mendatangkan pahala dari Allah.
2.
Rajin
Rajin
adalah mengerjakan tugas tepat waktu. Rajin juga berarti mengerjakan tugas
dengan baik. Berkesinambungan dan penuh semangat. Orang yang rajin tidak mudah
putus asa melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh. orang yang
bersungguh-sungguh pasti akan mendapat hasil. Orang yang rajin dapat
memanfaatkan waktu. Waktu untuk belajar, beribadah dan bermain. Dengan bersikap
rajin cita-cita kita akan tercapai. Manusia wajib berusaha. Tetapi Allahlah
yang menentukkan.
Keuntungan
bagi orang yang rajin adalah :
•
Tidak mudah bosan
•
Melaksanakan tugas secara berkesinambungan
•
Hasilnya dapat dirasakan
•
Mudah mencapai cita-cita
•
Ada keinginan untuk maju
•
Penuh dengan harapan
3.Percaya
Diri
Percaya
diri termasuk akhlaq yang mulia.
Percaya
diri adalah perasaan mantap pada diri seseorang. Mantap dalam melaksanakan
tugas. Tidak terpengaruh oleh ucapan dan perbuatan orang lain.
Orang
yang percaya diri adalah orang yang tidak ragu-ragu.
Ia
yakin dirinya mampu melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Orang
yang percaya diri memiliki mental yang kuat.
Ia
tidak mudah khawatir dan takut.
Rasa
percaya diri seseorang dipengaruhi oleh :
•
Ilmu
•
Harta
•
Bentuk tubuh
•
Keturunan
•
Agama Orang yang pintar lebih percaya diri daripada orang bodoh.
Orang
yang percaya diri tidak akan mencontek saat ujian. Orang kaya lebih percaya
diri dari pada orang miskin. Percaya diri tidak boleh berlebihan. Karena bisa
menyebabkan sifat sombong. Sombong dilarang oleh Allah.
Ciri-ciri
orang yang percaya diri adalah :
•
Yakin dalam melaksanakan tugas
•
Teguh pendirian
•
Tidak mudah terpengaruh oleh ucapan dan perbuatan orang lain.
•
Mantap dalam bertindak.
•
Menghindari rendah diri.
•
Menghindari ketergantungan.
•
Menghindari keragu-raguan.
Hikmah
orang yang percaya diri adalah :
•
Berjiwa mandiri
•
berfikir positif
•
Berani
•
Tidak mudah putus asa
•
memiliki kepribadian yang mantap
B.
BERADAB SECARA ISLAMI
1.
Adab Belajar
Belajar
sama dengan menuntut ilmu. Menuntut ilmu dianjurkan bagi setiap muslim. baik
yang laki-laki maupun perempuan. Imam Syafi’i berkata : “Menuntut Ilmu itu
lebih utama daripada salat sunnah.” Keutamaan belajar / menuntut ilmu banyak
sekali. Belajar sama dengan ibadah. Orang yang belajar akan mendapatkan pahala.
Anak yang rajin belajar akan menjadi pandai. Sebaliknya anak yang malas belajar
akan menjadi bodoh. Belajar sebaiknya dimulai sejak dini. Seperti kata pepatah
: Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu. Belajar diwaktu dewasa
bagai mengukir diatas air. Artinya jika masih muda kita akan mudah menyerap
pelajaran. Sedangkan jika sudah tua akan sulit untuk memahami pelajaran.
Seeorang pelajar harus memperhatikan adab-adab belajar. Agar ilmu yang
dituntutnya bermanfaat. Serta mendapat ridha Allah. Berikut ini adab belajar
disekolah dan dirumah.
2.
Adab Belajar disekolah
-
Mempunyai niat - Memberi salam kepada guru Ketika datang kesekolah siswa
memberi salam kepada guru. Bersalaman dengan mencium tangan sebagai tanda
penghormatan.
-
Membaca doa sebelum belajar Sebelum belajar hendaklah membaca doa. mulailah
dengan membaca basmalah. Kemudian membaca doa sebelum belajar.
Yang
berbunyi : رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا نَافِعًا وَارْزُقْنِى فَهْمًا وَسِعًا
Artinya
: “Wahai Allah Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berilah
aku kefahaman yang luas.”
-
Bersikap sopan terhadap guru Guru adalah orang yang memberikan ilmu kepada
kita. Kita harus menghormati guru. Berkata kepada guru tidak boleh dengan suara
yang keras. Apalagi sampai membentak-bentak guru. Jika ada pertanyaan yang
kurang jelas. Bertanyalah dengan sopan kepada guru. Kita juga tidak boleh duduk
dikursi guru.
Duduklah
dengan rapi dikursi masing-masing. Jika suasana kelas tertib maka kegiatan
belajar menjadi lancar.
-
Membaca doa sesudah belajar Setelah belajar jangan lupa membaca doa.
Doa
setelah belajar adalah : اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ
فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ اِلَيْهِ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ
الْعَلَمِيْنَ
Artinya
: “Ya Allah sesungguhnya aku menitipkan kepadamu apa yang telah Engkau ajarkan
kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku pada waktu akau membutuhkannya, dan
janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya wahai Tuhan semesta alam.” Belajar
tidak hanya disekolah. Dirumah pun kita harus belajar. Yaitu mengulang kembali
pelajaran yang kita dapat disekolah. Agar ilmu yang kita dapat disekolah tidak
cepat hilang. Atau mempelajari pelajaran yang akan diajarkan.
Adapun
adab belajar dirumah adalah :
-
Belajar ditempat yang sesuai Belajar yang baik adalah ditempat yang tenang.
Belajar sebaiknya jangan didepan televisi. Agar konsentrasi tidak
terganggu.
-
Membaca doa sebelum dan sesudah belajar. - Merapikan buku dan alat tulis
Biasakanlah merapikan alat tulismu sesudah belajar. Letakkan ditempatnya
semula. Agar esok mudah mencarinya.
-
Menyiapkan buku untuk pelajaran esok hari
3.
Adab Mengaji
Mengaji
biasanya berarti membaca al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam.
Allah
menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad saw.
Melalui
perantaraan malaikat Jibril. Seluruh ayat al-Qur’an adalah wahyu Allah. Bukan
buatan manusia.
Sehingga
al-Qur’an selalu terjaga kemurniannya.
Al-Qur’an
berisi pedoman hidup bagi manusia.
Umat
Islam wajib mempelajari al-Qur’an. Tidak hanya mempelajari tetapi juga
mengamalkannya. Membaca al-Qur’an termasuk ibadah.
Karena
al-Qur’an adalah kitab yang agung.
Maka
untuk membacanya ada adab-adab tertentu.
Adab
mengaji antara lain :
-
Berwudu dahulu
-
Memakai pakaian yang bersih dan suci
-
Membawa al-Qur’an dengan sopan
-
Menghadap kiblat
-
Tidak tergesa-gesa
-
Sesuaikanlah dengan bacaan tajwidnya.
Sebagaimana
firman Allah swt.
dalam
surat al-Muzammil ayat 4 : Artinya : “Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah
Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”
-
Membaca ta’awuz dan basmalah
-
Membaca doa sebelum mengaji
Doa
sebelum mengaji adalah : اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ
عَلَىَّ رَحْمَتَكَ مِنْ خَزَائِنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Artinya
: “Ya Allah bukakanlah hikmah-Mu dan taburkanlah kepada kami rahmat dari
khazanah-Mu Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.”
-
Selesai mengaji membaca : صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ Artinya : “Maha benar Allah
yang maha agung.”
4.
Adab Bermain Bermain boleh kita lakukan.
Asalkan
tidak mengganggu waktu belajar. Bermain berguna untuk menyegarkan pikiran.
tetapi jangan sampai terlena. Bermain jangan terlalu lama. Apalagi sampai
melupakan ibadah dan belajar. Karena akan merugikan diri sendiri. Misalnya PR
menjadi terbengkalai. Atau kita bisa mendapat dosa karena meninggalkan
salat.
Bermain
ada adabnya. Adab bermain antara lain :
-
Memperhatikan waktu Carilah waktu yang tepat untuk bermain. Jangan sampai terlalu
lelah bermain. Sehingga melupakan belajar.
-
Harus jujur Islam melarang kita untuk berbuat curang. Anak yang curang tidak
akan punya teman.
Perbuatan
curang akan mendapatkan dosa.
-
Tidak menggangu orang lain Bermain boleh dilakukan disekitarmu.
Tetapi
bermainlah dengan tertib. Misalnya tidak bermain dijalan raya. Karena akan
mengganggu pengemudi kendaraan. Dan membahayakan diri kita sendiri. Bermain
juga jangan terlalu berisik. Karena akan mengganggu orang yang sakit atau
tidur. Bermain jangan sampai mengganggu orang lain.
-
Tidak boleh bertengkar / bermusuhan Sesama teman harus saling menyayangi.
Ketika
kita kalah dalam permainan. Kita tidak boleh marah pada teman kita. Apalagi
sampai membuat celaka teman kita. Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam
bermain. Kita tidak boleh egois. Tidak perlu mengejek teman yang kalah. Apalagi
sampai menyinggung perasaannya.[1]
Langganan:
Postingan (Atom)